BeritaAl Syukro UniversalManasik Haji di Sekolah Islam Al Syukro (2)

Manasik Haji di Sekolah Islam Al Syukro (2)

     Penyelenggaraan manasik haji bagi siswa Sekolah Islam Al Syukro, sudah menjadi agenda rutin acapkali menapaki bulan haji, Dzulhijah.

    Dan untuk ke sekian kalinya, pelaksanaan manasik haji kembali dilaksanakan pada Jum’at, 20 November 2009 di halaman sekolah yang asri, hijau dan luas.
    Pesertanya melibatkan siswa TK, SD dan SMP Islam Al Syukro. Adapun pembimbingnya adalah para guru bidang studi masing-masing.
    Khusus bagi siswa SMP level IX, keikutsertaan mereka dalam manasik haji ini akan berdampak pada pencapaian nilai praktek mata pelajaran Agama Islam di buku rapor pendidikannya.
    Menurut Koordinator Bidang Studi Agama di SMP Islam Al Syukro, Bapak Kholid Ma’mun Lc mengatakan, pelaksanaan praktek manasik haji pada Jum’at (20/11) kemarin memang untuk menentukan nilai bagi para siswa level IX SMP. “Sedangkan untuk siswa level VII dan VIII SMP, lebih ditekankan kepada pemahaman mengenai manasik haji itu sendiri,” tuturnya.
    “Mereka akan mendapatkan nilai tersendiri kala menjalankan manasik haji ini secara tertib. Apalagi, dalam buku pelajaran Agama Islam, mereka mempelajari bacaan dan do’a-do’a manasik haji. Karena itu, di acara manasik haji inilah para siswa level IX SMP, mempraktekkan bacaan dan do’a-do’a manasik haji sama seperti yang ada di buku pelajaran mereka,” jelasnya.
    Bagi siswa SMP, kata Bapak Kholid, pelaksanaan manasik haji yang sudah menjadi agenda tahunan ini akan sangat mengembalikan ingatan dan hafalan terhadap bacaan, do’a-do’a manasik haji, dan prosesi manasik hajinya itu sendiri.
     “Disinilah para siswa level VII, VIII dan IX SMP terus dihimbau untuk tidak menyepelekan acara manasik haji ini, lantaran mereka sebaiknya memang terus melakukan pengulangan demi pengulangan atas segala hal ihwal mengenai manasik haji. Kecuali bagi siswa di level IX SMP, mereka justru akan memperoleh nilai praktek mata pelajaran Agama yang baik saat manasik haji ini mereka lakukan dengan baik,” jelasnya lagi
    Bapak Kholid menambahkan, tingkat kesulitan dalam proses manasik haji ini adalah pada bacaan do’a yang semestinya dibaca.
    “Sebab, setiap kali pelaksanaan manasik haji, tahap demi tahap di suatu tempat, bacaan do’anya selalu khusus dan berbeda-beda,” tukasnya.
    Apa yang disampaikan Bapak Kholid Ma’mun Lc juga diamini oleh Bapak Edi Humaidi S.Ag, yang menjadi Guru Agama SMP Islam Al Syukro. Setiap tahun, saat proses manasik haji dilaksanakan, siswa SMP meman selalu diikut-sertakan.
    “Karena diantara anak-anak SMP ini tak sedikit yang sudah pergi menunaikan umroh ke tanah suci. Mereka pergi bersama dengan orang tua dan keluarganya. Jadi, bagi siswa SMP, praktek manasik haji ini memang ditekankan untuk pemahaman bagi siswa level VII dan VIII. Sementara, level IX, mereka sudah akan dinilai, sebagai nilai praktek mata pelajaran Agama,” jelasnya. (fdl)

Untuk foto kegiatan manasik haji bisa di lihat di sini