BeritaElementary (SD)SD Islam Al Syukro kunjungi "Parung Farm" dan Masjid Kubah Emas (Depok)

SD Islam Al Syukro kunjungi "Parung Farm" dan Masjid Kubah Emas (Depok)


Sebagai bahagian dari proses pembelajaran, SD Islam (SDI) Al Syukro kelas I dan II melaksanakan peninjauan langsung ke PT Kebun Sayur Segar ‘Parung Farm’ di Jalan Raya Parung No.546, Parung, Bogor, Jawa Barat. Selain itu, para siswa juga diajak berwisata ziarah ke Masjid ‘Kubah Emas’ Dian Al Mahri yang berlokasi di Jalan Dian Al Mahri No. 8A, Meruyung-Limo, Cinere, Kota Depok. Acara field trip yang diselenggarakan pada Selasa, 27 Januari 2009 ini merupakan sumbangsih nyata Persatuan Orangtua Siswa (POS) Al Syukro bekerjasama dengan pihak sekolah.
Menurut Ibu Wilda Rahmah Dia S.S, selaku Guru Bahasa Indonesia, Sains dan Matematika SDI Al Syukro, kunjungan ke ‘Parung Farm’ bertujuan memperkenalkan kepada siswa mengenai penanaman sayur-mayur tanpa menggunakan media tanam konvensional atau tanah. “Seperti yang telah dijelaskan instruktur ‘Parung Farm’, media tanam yang dipergunakan adalah dengan menggunakan sistem/teknologi hidroponik. Ini adalah teknologi dimana tanaman ditumbuhkan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Karena itu, hidroponik juga disebut sebagai budidaya tanam tanpa tanah atau soilless culture. Makna harfiah dari hydroponic itu sendiri adalah bekerja dengan air. Inilah yang patut diketahui oleh siswa-siswi kami yang memang selalu haus akan berbagai informasi teknologi terkini dan terbarukan,” tuturnya.
Di areal ‘Parung Farm’---yang telah berdiri sejak Juni 2003---ini, para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan dan bertanya-jawab langsung dengan para instruktur yaitu Bapak Sudibyo Karsono dan Bung Heppi, tapi juga mengelilingi dan meneliti langsung kesuburan dan kesegaran berbagai tanaman sayur-mayur. Ada pula pembudidayaan pohon anggrek yang green house-nya cukup luas dan menarik hasrat keingintahuan siswa. “Mereka akhirnya mengetahui bahwa untuk sayur-mayur seperti sawi, bayam dan kangkung, rata-rata dapat dipanen pada hari ke-21. Sedangkan buah tomat dan paprika butuh waktu dua bulan penanaman, barulah kemudian dipanen dan diedarkan ke seluruh supermarket di wilayah Jabodetabek,” terang Ibu Wilda lagi.
Ditambahkan, sejumlah pertanyaan yang mencecar dari para siswa pun cukup berbobot. “Misalnya, mereka penasaran apakah teknologi hidroponik ini lebih membuat tanaman lebih segar dan mengubah rasa? Atau, pertanyaan lain seperti nutrisi apa saja yang diperlukan agar tanaman tadi dapat lebih subur dan menghasilkan panen yang luar biasa? Dari sini kami dapat memahami keingin-tahuan anak didik dan menjadikan kami makin terpacu memberi pembelajaran yang lebih komprehensif di ruang kelas,” jelas wali kelas I C yang juga alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Fakultas Adab dan Humaniora, jurusan Bahasa dan Sastra Arab pada 2003 ini.
Tak sedikit siswa, guru dan orangtua siswa yang juga menyempatkan diri membeli sejumlah tanaman di ‘Parung Farm’ ini, semisal Pohon Anggrek, Sayur-Mayur, Pohon Cabai Bangkok dan lainnya.
Ke Masjid Kubah Emas  
Melanjutkan perjalanan, kendaraan rombongan field trip kemudian bergerak menuju lokasi Masjid ‘Kubah Emas’ Dian Al Mahri. “Hasil keputusan bersama antara pihak sekolah dengan pengurus POS, kami memilih berkunjung ke masjid megah nan indah ini untuk berwisata ziarah. Sekaligus memperlihatkan secara langsung kepada peserta didik mengenai keunggulan arsitektur Islami dengan segala pernak-perniknya. Apalagi dengan fakta bahwa kubahnya berlapis emas murni, inilah yang antara lain membuat para siswa semakin tergelitik untuk mengetahui lebih detil lagi,” kata Ibu Wilda usai membimbing siswa menunaikan shalat Dzuhur berjamaah dilanjutkan dzikir dan doa.
Sementara itu, Ibu Fanina SE selaku pengurus POS menegaskan, pelaksanaan field trip ini sejalan dengan salah satu misi yang diemban Sekolah Islam Al Syukro yakni membentuk masyarakat (generasi penerus) yang berilmu, beramal dan bertaqwa kepada Allah SWT. “Lebih jauh lagi, kami pun berkeinginan menggagas bersama dengan pihak sekolah untuk mengembangkan juga sebagian areal lahan sekolah untuk mengembangkan pula kebun sekolah dengan teknologi hidroponik. Apalagi, phak ‘Parung Farm’ telah menyatakan kesediaannya untuk memberikan pelatihan intensif,” harap ibunda dari Deandra, siswa kelas III B ini. Salut, semoga terwujud!  (fdl)