Agenda PSBAgenda PSB

Kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi telah menggeser sistem pembelajaran menjadi berorientasi pada siswa. Bila sebelumnya guru berperan sebagai satu-satunya sumber pembelajaran siswa, kini segalanya berubah, positioning guru ‘hanyalah’ bertindak sebagai fasilitator plus motivator. Alhasil, para siswa pun harus lebih aktif untuk mencari informasi dari berbagai sumber, sehingga ilmu pengetahuannya luas dan beragam.
Untuk memenuhi kurikulum tersebut---sekaligus membantu siswa dalam mencari dan menggali sendiri informasi dari berbagai sumber---, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) berkewajiban menyediakan berbagai media sebagai sumber informasi, diantaranya televisi. Disini, televisi yang dimaksud adalah TV-E (Televisi Pendidikan) yang berlokasi di Jalan Cenderawasih KM 15,5 Ciputat (tak jauh dari segitiga Pasar Cimanggis-Ciputat), Tangerang Selatan. Peresmian TV-E dilaksanakan oleh Mendiknas kala itu, Prof Dr Malik Fajar, ditandai dengan siaran perdananya pada 12 Oktober 2004. Pengelolaan TV-E yang telah mengudara selama 24 jam penuh ini, dikelola secara profesional oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) Depdiknas.
Untuk memperluas jaringan pirsawan, sistem siaran TV-E yang sedari awal menggunakan satelit digital dan hanya dapat dinikmati dengan menggunakan antena parabola, kini juga dapat disaksikan melalui siaran TVRI Nasional setiap Senin – Kamis, tepatnya pada pukul 07.15 – 09.30 dan 14.15 – 16.30.
Guna memperkenalkan TV-E sebagai ‘media sumber informasi’ sekaligus ‘gudang ilmu’, siswa-siswi kelas V SD Islam (SDI) Al Syukro, pada Kamis, 29 Januari 2009, mengunjungi stasiun televisi yang banyak memproduksi cartoon animasi, program siaran pendidikan, compact disc pembelajaran dan sebagainya. Acara field trip ini merupakan salah satu agenda kerja Persatuan Orangtua Siswa (POS) dengan pihak sekolah. “Kami ingin anak-anak didik ini memahami bagaimana animasi dibuat, apa saja persiapan untuk menayangkan program siaran televisi, dan kecanggihan teknologi multimedia yang seharusnya dapat memudahkan pembelajaran mereka,” ujar Ibu Fanina, salah seorang pengurus aktif POS.
Hal senada dijelaskan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SDI Al Syukro, Bapak Yayat Nurhidayat SP. Menurutnya, dengan berkunjung ke TV-E, anak didik dapat mengetahui tentang arti penting Teknologi Informasi dan Komunikasi sekaligus mengeksplorasinya dalam bidang pendidikan. “Misalnya, dengan mengakses situs pendidikan (www.e-dukasi.net) yang dikembangkan Pustekkom Depdiknas, siswa dapat belajar dan menjawab soal-soal mata pelajaran secara mudah,” tuturnya usai membimbing siswa ‘membedah’ Studio Multimedia di Pustekkom.
Diharapkan, program field trip ke TV-E, studio multimedia, dan Istana Animasi di Pustekkom ini dapat ditindak-lanjuti dengan kerjasama yang semakin erat, agar Sekolah Islam Al Syukro dapat lebih mudah mengakses siaran TV-E. “Selain itu, semoga saja ada bentuk kerjasama lain, seperti sinergi network antara Al Syukro dengan perpustakaan online Pustekkom maupun sinergi link antar situs masing-masing,” kata Yayat yang juga mengajar Sains ini.
Ke Istana Animasi, Studio Multimedia, Studio Televisi
Di ruang pertemuan Pustekkom, tepatnya di Gedung Grha Tama---diresmikan Mendiknas Prof DR Bambang Sudibyo MBA pada 26 Desember 2008---, para siswa mendapat sambutan hangat dari Kepala Pustekkom yang diwakili oleh Kepala Bidang Pusat Teknologi dan Komunikasi, Bapak Rusjdy S Arifin. “Kami sangat senang siswa-siswi SD Islam Al Syukro dapat hadir di sini, karena mereka dapat mempelajari teknologi informasi dan komunikasi guna memudahkan proses pembelajaran. Fasilitas internet misalnya, jangan hanya digunakan untuk main game online saja, tapi aplikasikanlah untuk hal-hal yang lebih bermanfaat dan mendukung penyerapan ilmu pengetahuan,” pesannya sembari mengundang para siswa berkunjung ke Perpustakaan Online.
Begitu pula dengan kehadiran TV-E, kata Rusjdy, dapat lebih membuat proses pembelajaran semakin mudah dan menyenangkan, karena program siaran pendidikannya dikemas dengan gaya yang populer dan tidak kaku. “Bahkan, kini sudah ada TV-E channel 2, dengan program tayangan yang dikhususkan bagi para guru,” imbuhnya berpromosi.
Populernya program tayangan TV-E dapat dimaklumi karena didukung oleh para creator animasi handal yang telah banyak menelurkan karya unggulan, serta terbukti mampu bersaing di ajang global. Dan, di Istana Animasi-Pustekkom, para siswa SDI Al Syukro mencermati secara langsung teknik pembuatan animasi Dua Dimensi (2D), Tiga Dimensi (3D), dan Stop Motion.
Animasi 2D sendiri adalah merupakan bentuk animasi yang flat namun memiliki teknik pewarnaan yang solid dan meriah, seperti contoh serial kartun Doraemon, Captain Tsubasa, dan Jungle Book. Sedangkan animasi 3D yaitu bentuk animasi dengan gambar yang memiliki volume sehingga obyek yang ditayangkan hampir menyerupai bentuk aslinya, antara lain film kartun Toy Story, Finding Nemo dan masih banyak lagi. Adapun animasi Stop Motion adalah merupakan bentuk animasi yang sederhana, dan terdiri dari kumpulan susunan gambar secara berurutan dan muncul bergantian pada kecepatan tertentu untuk membuat suatu gerakan. Sementara untuk pengisian suara tokoh kartun dalam film animasi, dilakukan dengan cara dubbing oleh para dubber.
Anjangsana dilanjutkan ke Studio Multimedia untuk memahami proses produksi berbagai materi pembelajaran untuk di-input ke situs, atau digandakan ke dalam bentuk CD software.
Sedangkan di Studio TV-E, para siswa diajak berkeliling guna mengetahui sendiri bagaimana seorang pembaca berita (news presenter) dapat dengan mudah membaca berita tanpa harus membaca kertas script di tangannya, yaitu dengan menggunakan kamera teleprompter. Tak ayal, sejumlah siswa pun berebut untuk berlagak seolah seperti pembaca berita ‘Sekilas Info’ sungguhan.
Selain itu, siswa juga diberi informasi secara rinci hal-hal mengenai setting backdrop panggung untuk tayangan talk show, juga teknik penggunaan kamera yang baik. Tak ketinggalan, para siswa pun menjelajah hingga ke Mastering Control Room (MCR), sebuah ruang yang menjadi ‘pengendali program siaran’.
Begitulah field trip yang memuaskan hasrat keingin-tahuan siswa-siswi SDI Al Syukro. Semoga kelak, mereka dapat menjadi praktisi media dan multimedia yang mumpuni di kemudian hari. Seperti celoteh lancar seorang siswa yang didaulat berlagak sebagai seorang news presenter: “Assalamu’alaikum. Selamat siang pemirsa, kembali Anda jumpa dengan siaran pendidikan Sekolah Islam Al Syukro. Kali ini, kami akan mengajak Anda untuk melihat langsung bagaimana situasi Jalur Gaza pasca militer Israel membombardir wilayah pemukiman sipil....”
Wuaah, hebring...euy.  (fdl)

 

Go to top