Agenda PSBAgenda PSB

   Menanggapi hasil kunjungan kerja dan silaturahim dengan tiga tamu kehormatannya dari DOMPET DHUAFA REPUBLIKA (DDR)---yakni Presiden Direktur DDR Bapak Ismail A. Said, Direktur Program DDR Bapak Moh. Arifin Purwakananta, dan Fund Raising Manager Tabung Wakaf Indonesia DDR Ibu Noviati Endang Mustaqimah---, Ketua Umum Dewan Pengurus YAWADAI, Ibu Dra Hj Buly Oskar Surjaatmadja menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada responsifitas Pimpinan dan tim dari DDR.
   Pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab pada Senin (26 Juli 2010) di Sekolah Islam Al Syukro, Ciputat-Tangerang Selatan ini, menurut Ibu Oskar, dapat menjadi jembatan bagi terjalinnya kerjasama yang lebih intens antara kedua belah pihak.
   Apalagi, bagi DDR sendiri, berkecimpung dan mengelola lembaga pendidikan, sudah bukan menjadi hal yang baru lagi. Karena DDR memang telah mengelola boarding school yang diberi nama Lembaga Pengembangan Insani-Dompet Dhuafa Republika di bilangan Desa Jampang, Parung, Bogor, Jawa Barat.
   “Kami berterima kasih dengan kehadiran Presiden Direktur DDR yang telah bersilaturahim dan meninjau langsung Sekolah Islam Al Syukro di Ciputat, Tangerang Selatan ini. Dari apa yang telah kami simak, banyak sekali kemungkinan-kemungkinan kerjasama yang dapat dilaksanakan, antara DDR dengan YAWADAI dan Sekolah Islam Al Syukro. Apalagi, DDR juga telah mengelola bidang pendidikan untuk kaum dhuafa. Bisa jadi, bila sekolah yang telah dikelola oleh DDR itu kurang dapat menampung jumlah murid, maka layak pula bila dipikirkan kerjasama agar para siswa tadi dapat disalurkan ke Sekolah Islam Al Syukro ini, misalnya. Tentu saja, karena hal demikian menyangkut program pendidikan untuk kaum dhuafa, maka kami tidak akan terlalu banyak membebani, semisal memungut uang sekolah dan lainnya. Nah, imbal baliknya, Sekolah Islam Al Syukro dapat dibantu oleh DDR dalam bentuk kerjasama yang lain. Atau, mungkin direalisasikan pengembangan jenjang pendidikan lebih lanjut dari Sekolah Islam Al Syukro ini, hingga ke jenjang pendidikan untuk Perguruan Tinggi,” tutur Ibu Oskar.
   Yang jelas, kata Ibu Oskar, jalinan kerjasama yang insya Allah akan segera diintensifkan ini adalah demi kepentingan perkembangan umat Islam di masa mendatang. “Tadi, kami sama-sama sepakat, barangkali ada kesempatan untuk mewujudkan berbagai rencana kegiatan untuk dikelola bersama. Yang jelas, kini, antara DDR dan YAWADAI serta Sekolah Islam Al Syukro sedang saling memikirkan untuk makin mempererat tali silaturahim dan kerjasama, demi kepentingan perkembangan umat di masa yang akan datang. Insya Allah, amin,” ujarnya. (fdl)


Go to top