BeritaElementary (SD)Persyaratan Guru untuk memperoleh SK INPASSING (2)

Persyaratan Guru untuk memperoleh SK INPASSING (2)

    BMPS atau Badan Musyawarah Perguruan Swasta belum lama ini menciptakan inovasi baru bagi pergumulan dunia pendidikan di Indonesia. Setelah sukses menggagas NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan), lebih lanjut Badan Swasta ini membuat gagasan baru yang lebih cemerlang. INPASSING, begitulah sebutannya.
    Inpassing adalah sebuah upaya penyetaraan profesi guru negeri maupun swasta. Logikanya tidak akan ada lagi dikotomisasi guru negeri dan guru swasta. Guru itu satu, yaitu guru tidak akan ada lagi perbedaan guru baik dalam status mapun dalam segi tunjangan.
    Inpassing, mungkin akan sedikit membuat berbangga guru-guru swasta kalau ini benar-benar dapat terealisasi. Terutama dari sisi tunjangan finansial. Tetapi bagaimana halnya dengan guru-guru negeri, akankah ada perasaan tersaingi atau perasaan negatif lainnya?
    Justru hal inilah yang nampaknya akan diluruskan oleh BMPS. Selama ini, kesan yang berkembang adalah guru-guru yang berstatus PNS seolah menjadi parameter dalam segala hal, lebih tinggi tingkat kecerdasannya, lebih tinggi income-nya, pokoknya lebih tinggi dalam segala hal. Padahal, hal tersebut tidak selamanya benar. Karena banyak guru-guru swasta yang berprestasi, berdedikasi tinggi tetapi penghargaan kepadanya sangat minim.
PERSYARATAN MENDAPATKAN SK INPASSING
    Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 tahun 2010 yang merupakan perubahan dari Permendiknas sebelumnya yakni Nomor 47 tahun 2007, maka berikut ini adalah Persyaratan Guru Bukan PNS yang dapat ditetapkan Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya, adalah:

1.      Guru tetap pada satuan pendidikan, TK/RA jalur pendidikan formal atau yang sederajat, SD/SDLB/MI atau yang sederajat, SMP/SMPLB/MTs atau yang sederajat, SMA/SMK/SMALB/MA atau yang sederajat, yang telah memiliki izin.

2.      Masa kerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut pada 1 (satu) satuan pendidikan pada 30 Desember 2007;

3.      Usia setinggi-tingginya 59 tahun pada saat diusulkan;

4.      Telah memiliki NUPTK yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional;

5.      Melampirkan syarat-syarat administratif:

a.     Salinan/fotokopi sah surat keputusan tentang pengangkatan atau penugasan sebagai guru tetap yang ditandatangani oleh yayasan/penyelenggara satuan pendidikan yang mempunyai izin operasional.

b.      Salinan atau fotokopi ijazah, STTB/Diploma/Akta Mengajar yang disahkan oleh pejabat yang berwenang sesuai peraturan yang berlaku.

c.       Surat keterangan asli dari kepala sekolah/madrasah bahwa yang bersangkutan melakukan kegiatan proses pembelajaran/pembimbingan/pengasuhan.


    Untuk lebih lengkapnya mengenai Inpassing ini, silakan simak salinan Permendiknas Nomor 22 tahun 2010 melalui link internet berikut ini: http://ditpropen.net/pdf/permen22_tahun2010.pdf
    Sementara itu, Bapak Henrizal Saidi SThI, salah seorang guru SD Islam Al Syukro penerima SK Inpassing mengatakan, dirinya bersyukur kepada Allah SWT atas karunia yang sudah dilimpahkan melalui hasil kebijakan Inpassing Guru ini.
    “Apalagi memang, perjuangan untuk memperolehnya telah kami lakukan sejak tiga tahun yang lalu. Hasilnya, SK Inpassing ‘baru’ turun sekarang. Harapan kami adalah segera ada terdapat kenaikan pendapatan secara finansial bagi seorang guru, khususnya yang sudah memperoleh Sertifikasi Profesi dan terlebih lagi yang sudah menerima SK Inpassing langsung dari Kementerian Pendidikan Nasional,” ujarnya. (fdl)