BeritaJunior High (SMP)PESANTREN RAMADHAN SMP ISLAM AL SYUKRO: Kaji Bahaya Narkoba (2)

PESANTREN RAMADHAN SMP ISLAM AL SYUKRO: Kaji Bahaya Narkoba (2)

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, SMP Islam Al Syukro kembali menggelar PESANTREN RAMADHAN 1431 H/2010 M (Senin, 30 Agustus – Rabu, 1 September) di hall Gedung PDST Sekolah Islam Al Syukro, Ciputat, Tangerang Selatan. Adapun tema besar acara ini adalah RAMADHAN BULAN PENUH HIKMAH DAN KEMULIAAN. Adapun tema kecilnya, panitia pelaksana coba untuk mengetengahkan ISLAM DAN SAINS.
   Pada hari pertama PESANTREN RAMADHAN, saat menguraikan materi mengenai HIKMAH RAMADHAN, Kepala Cabang Yawada'i Ciputat, Tangerang Selatan, Bapak Drs H Abdurrahim Thabrani MPd mengatakan, ada empat dimensi yang bisa ditelaah dan dikaji dari perintah untuk berpuasa.
   “Sesuai perintah Allah SWT kepada orang-orang yang beriman untuk berpuasa, yakni melalui Al Qur’an surat Al Baqoroh ayat ke-183, maka ada empat aspek yang dapat dikaji dari ayat tersebut. Pertama, aspek keimanan (teologi). Didalamnya termaktub makna keimanan yaitu diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan dikerjakan dengan perbuatan. Kedua, aspek tanggung-jawab dimana Allah SWT memberi kita perintah dan tanggung-jawab untuk melakukan puasa. Artinya, mereka yang umat muslim yang sengaja tidak berpuasa adalah sama dengan lari dari tanggung-jawab kepada Allah SWT. Ketiga, aspek sejarah, dimana disebutkan bahwa orang-orang sebelum masa Rasulullah saw juga telah diwajibkan untuk melakukan puasa. Keempat, aspek tujuan dari ibadah puasa (shaum) yakni agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa,” jelas Pak Rahim yang memang merupakan salah seorang mubaligh ternama di wilayah Tangerang Selatan, Propinsi Banten ini.


 

 

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu
agar kamu bertakwa, (QS. AL BAQOROH:183)


   Ramadhan, menurut Pak Rahim, bermakna juga sebagai pembakaran, dimana para hamba-hamba Allah SWT memperoleh kesempatan untuk membakar habis seluruh dosa-dosa yang pernah dilakukan. “Artinya, dengan melakukan puasa Ramadhan dan menggiatkan amal ibadah di bulan suci ini, maka insya Allah dosa-dosa kita seluruhnya akan diampuni oleh Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah saw yaitu: “MAN SHAUMA RAMADHANA IMANAN WAHTISABAN GHUFIRALLAHU MAA TAQADAMA MIN DZANBIHI” (Barang siapa melaksanakan ibadah dibulan Ramadhan dengan keyakinan dan keikhlasan, maka dosa-dosa masa lalunya diampuni),” paparnya lugas.
   Usai materi pertama ini, para siswa peserta PESANTREN RAMADHAN kemudian melaksanakan shalat sunat Dhuha terpimpin, sekaligus melafalkan doa shalat sunat Dhuha secara takzim dan khusyuk.
BAHAYA NARKOBA
  Sementara itu, dalam suguhan materinya yang bertajuk REMAJA DAN PROBLEMATIKANYA, Bapak Dian Trimulyawan SPdI membeberkan sejumlah catatan mengenai tipikal pecandu narkoba (Narkotika dan Obat-obatan).
   “Sejumlah hal yang bisa menjadi ciri pecandu Narkoba adalah bertingkah-laku seperti layaknya orang gila, hilang akal dan merusak harta, mengobarkan permusuhan, menghalangi ingat kepada Allah SWT, menjerumuskan pada perzinahan, menjadi sumber dari segala kejahatan, dan lepasnya keimanan. Naudzubillahimindzalik, jauhi Narkoba dan jangan coba-coba dekat dengan Narkoba apalagi sampai memakainya,” seru Pak Dian kepada seluruh peserta.
   Yang lebih bahaya lagi, menurut Pak Dian, para pemakai dan pecandu Narkoba mengawali kebiasaan buruknya ini dikarenakan tiga sebab. “Pertama, karena iseng-iseng yang dilakukan karena keingintahuan. Kedua, sekedar untuk berperilaku gagah-gagahan yang biasanya dimulai dari kebiasaan merokok terlebih dahulu. Dan ketiga, para pemakai dan pecandu Narkoba ini menjadi semakin memburuk kualitas hidupnya dikarenakan pada awalnya mereka ingin menghindar dari persoalan maupun kesulitan yang membelit. Jelas, ketiga alasan ini sangat salah dan harus dihindari oleh seluruh para siswa sebagai generasi muda Islam yang diharapkan dapat membawa Islam pada era kegemilangan di masa depan,” tegas Pak Dian yang juga guru bidang studi Bahasa Indonesia ini.
   Lebih lanjut, Pak Dian membeberkan contoh akibat buruk dari pemakaian Narkoba, yakni badan menjadi lemah karena ketergantungan zat adiktif yang meracuni tubuh, dan kemauan yang juga menjadi lemah termasuk daya pikir menjadi semakin rusak,” tuturnya memperingatkan. (fdl)